Museum opening hours: 9AM to 3PM. Buka Setiap Hari

Museum BPK RI Fest 2022: Wujud Sinergi Museum bersama Komunitas

Tanggal 21 s.d. 23 Oktober 2022 yang lalu telah sukses terselenggara rangkaian kegiatan bersama antara Museum BPK RI bersama komunitas-komunitas di Kota Magelang. Rangkaian kegiatan selama 3 hari bertutur-turut tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2022.

Disampaikan langsung oleh Kepala Museum BPK RI, Dicky Dewarijanto, tema yang diangkat pada tahun ini adalah The Power of Museum: Collaboration Museum with Community. Lebih lanjut Dicky mengatakan “Kami mengajak semua komunitas yang ada di Kota Magelang terutama yang sudah bekerja bersama kami selama bertahun-tahun dan sempat vakum karena pandemi. Semoga ini menjadi tonggak awal lagi untuk berkegiatan bersama supaya sinergi kita semakin meningkat.”

Museum BPK RI Fest 2022 ini merupakan wadah pameran yang diikuti oleh 18 stand komunitas yang aktif tergabung dalam Forum Komunikasi Sahabat Museum BPK RI, 2 stand UMKM dari Kelurahan Cacaban dan Kelurahan Magelang, dan stand SMKN 3 Magelang. Beragam acara disuguhkan bagi pengunjung pameran supaya seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati sekaligus dapat turut serta memeriahkan acara.

Hari pertama pameran yang jatuh pada hari Jum’at, 21 Oktober 2022 terselenggara Lomba Mewarnai Tingkat TK yang diikuti oleh lebih dari 300 siswa Taman Kanak-kanak di Kota Magelang dan sekitarnya. Para peserta lomba juga disuguhi pentas Rebana dan geguritan dari siswa-siswa SDN Cacaban 3. Selepas istirahat siang, ada Workshop Wayang Kardus dan Lomba Menyanyi Tingkat Anak. Kegiatan berlanjut hingga malam hari dengan pertunjukan musik.

Kegiatan spesial Peluncuran SAI20 Spot Exhibition dilaksanakan pada hari kedua pameran.  Kepala Biro Humas dan KSI BPK RI, Yudi Ramdan Budiman, hadir secara langsung untuk meresmikan spot terbaru yang menambah kekayaan konten di Museum BPK RI. Selepas peresmian, Yudi mengunjungi stand-stand pameran komunitas sambil berdialog dengan para pegiat komunitas. Ia mengapresiasi kerjasama komunitas dengan Museum BPK RI yang telah terjalin selama bertahun-tahun. “Ini menandakan bahwa BPK merupakan bagian dari masyarakat Magelang, sejarah Magelang dan Sejarah Indonesia. Kita harus bangga bahwa BPK lahir dan tumbuh di Kota Magelang.” Jelas Yudi.

Kemeriahan hari kedua pameran dilengkapi dengan adanya pertunjukan Tari Glathik Neba, Tari Gugur Gunung yang cukup viral di Kota Magelang, dan grup musik tradisional modern dari Bengkel Seni Universitas Tidar. Ada juga Beda Buku, Lomba Menyanyi Tingkat Remaja dan konser musik di malam hari dengan tema Golden Memories.

Hari terakhir pameran diisi dengan Ontel Jelajah Museum dimana ratusan pesepeda othel dari berbagai daerah melakukan tour ke museum-museum yang ada di Kota Magelang. Titik start dan finish berada di Museum BPK RI. Selepas tour, terdapat beberapa pertunjukan seni tradisonal diantaranya Kesenian Brodut dan Tari Warog Bocah. Selain itu, ada juga Sarasehan dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia, Talkshow Museum dan Komunitas, Fashion Show dari SMKN 3 Magelang dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) serta pertunjukan musik alternatif Wantetod. Acara malam ditutup secara meriah dengan menyuguhkan konser musik yang dibawakan oleh band bintang tamu.