Museum opening hours: 9AM to 3PM. Buka Setiap Hari

Kepala Sekolah se-Kota Magelang Urun Rembug dalam FGD yang diselenggarakan Museum BPK RI

Museum BPK RI menyelenggarakan kegiatan FGD Peningkatan Layanan Museum dan Promosi Museum Bersama Kepala Sekolah Dasar se-Kota Magelang melalui media telekonferensi Zoom pada Kamis, 25 Juni 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah metode silaturahim dengan media online, memberikan gambaran dan informasi mengenai penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan Museum BPK RI pada masa new normal, dan melakukan survei kepuasan pengunjung atas pelayanan Museum BPK. Sesuai dengan temanya, peserta kegiatan tersebut sebagian besar adalah Kepala Sekolah Dasar di Kota Magelang.

Kegiatan FGD Peningkatan Layanan Museum dan Promosi Museum diawali dengan kegiatan survei kepuasan pengunjung pada kunjungan yang lalu dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala Museum BPK RI, Dicky Dewarijanto yang sekaligus menjadi narasumber kegiatan tersebut. Dalam paparannya, Dicky menjelaskan bagaimana dampak pandemi Covid-19 dan kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini. Kebijakan pemerintah yang akan menerapkan new normal dalam berbagai aspek, menuntut Museum BPK RI juga menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan kunjungan ke Museum, baik dari segi sarana dan prasarana, pengelola museum, maupun pengunjung museum. Saat ini, Museum BPK RI tengah membenahi diri untuk menyiapkan sarana dan prasarana sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar dapat segera kembali melayani pengunjung yang sebagaian besar adalah para pelajar. Penyiapan sarana dan prasarana ini diupayakan dengan tetap menyajikan Museum BPK RI sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi semua pihak pada masa new normal diterapkan. 

Usai paparan dari narasumber, kegiatan FGD dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diikuti secara antusias oleh para peserta. Para peserta yang mengajukan pertanyaan ataupun saran mendapatkan souvenir menarik dari Museum BPK RI. Dengan kegiatan FGD ini, Museum BPK RI dapat menampung saran dari para kepala sekolah dasar sebagai bahan evaluasi dan pengembangan museum ke depan.